Google
Showing posts with label Penyakit Dalam. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Dalam. Show all posts

Tuesday, April 22, 2008

Penyakit Buerger

Definisi

Penyakit Buerger merupakan suatu peradangan pada pembuluh darah arteri dan vena serta saraf pada tungkai yang menyebabkan gangguan aliran darah. Jika tidak diobati dapat menyebabkan gangren pada daerah yang dipengaruhinya. Penyakit Buerger dikenal juga sebagai tromboangitis obliteran.

Penyebab dan Gejala-Gejala

Penyebab penyakit ini belum diketahui secara jelas. Penyakit ini sering diderita pria dewasa muda hingga usia pertengahan (20-40 tahun) terutama perokok berat. Penyakit ini jarang ditemukan pada bukan perokok, oleh sebab itu merokok merupakan suatu faktor penyebab timbulnya penyakit ini. Kira-kira 40% penderita memiliki riwayat peradangan pembuluh vena (flebitis) yang berperan penting dalam perkembangan penyakit Buerger. Penyakit ini terutama terjadi pada tungkai, tetapi dapat terjadi pada lengan. Gejala awal berupa menurunnya aliran darah (iskemia pada arteri) serta peradangan pembuluh darah superfisial (di bawah permukaan kulit). Gejala utama adalah rasa sakit pada daerah yang dipengaruhinya. Timbulnya penyakit ini secara perlahan-lahan dan pertamakali timbul pada tungkai dan lengan. Peradangan terjadi pada arteri dan vena berukuran sedang dan kecil di permukaan tubuh. Pada kasus yang lebih lanjut, pembuluh darah pada bagian lain tubuh dapat juga dipengaruhi. Terjadi penurunan aliran darah secara progresif pada daerah yang dipengaruhi. Denyut nadi pada tungkai sangat lemah atau tidak teraba. Aliran darah yang sangat berkurang dapat menyebabkan gangren yaitu matinya jaringan tubuh akibat aliran darah yang sangat terbatas. Penderita mengeluh rasa dingin pada ujung-ujung lengan yang mirip dengan gejala penyakit Raynaud. Pada keadaan ini, warna kulit lengan berubah warna menjadi putih, biru dan merah jika terpapar dengan udara dingin.

Diagnosis

Diagnosis dibuat berdasarkan gejala-gejala klinis. Penderita sering mengeluh mati rasa, rasa gatal atau rasa panas pada daerah yang dipengaruhi sebelum peradangan pada pembuluh darah jelas terlihat.

Terapi

Tidak ada pengobatan atau pembedahan yang efektif untuk kelainan ini. Penderita harus berhenti merokok untuk mengurangi gejala-gejala yang dikeluhkan. Obat-obat vasodilator yang melebarkan diameter pembuluh darah dapat diberikan pada penderita, tetapi tidak efektif. Hindarilah daerah tubuh yang terkena terhadap paparan panas dan dingin. Hindarilah daerah yang dipengaruhi penyakit ini terhadap trauma dan jika terjadi infeksi harus segera diobati.

Prognosis

Penyakit ini semakin memburuk pada penderita yang tetap merokok. Daerah tubuh yang mengalami kematian jaringan (gangren) harus segera diangkat/dibuang dengan tindakan pembedahan.

Pencegahan

Merokok merupakan satu-satunya penyebab yang diketahui dan harus dihindari.

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=540

Tuberkulosis

Etiologi

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang sebagian besar disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman tersebut biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara pernafasan ke dalam paru. Kemudian kuman tersebut menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya, melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfe, melalui saluran nafas (bronchus) atau penyebaran langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya. TB dapat terjadi pada semua kelompok umur, baik di paru maupun di luar paru.

Gejala Penyakit

Gejala penyakit tuberkulosis adalah : batuk lebih dari 3 minggu, demam, berkeringat pada malam hari tanpa kegiatan, berat badan menurun.

Cara Penularan

Penyakit ini dapat tertular kepada orang melalui udara yang mengandung kuman TBC.

Kewaspadaan Masyarakat

Bila masyarakat menjumpai anggota keluarga atau tetangga dilingkungan dengan gejala diatas segera dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan dahak si penderita.

Pencegahan Penyakit

Pencegahan dilakukan dengan :

  1. Perbaikan gizi
  2. Pengadaan rumah sehat dengan ventilasi yang memadai.
  3. Perilaku hidup bersih dan sehat.

Pengobatan

Pengobatan tergantung kepada tipe penderita (baru, do, gagal dan kambuh). Pada pemeriksaan pertama kali di Puskesmas pasien dikenai biaya administrasi, tetapi setelah diketahui pasien positip tb maka penderita tidak dikenai biaya pengobatan dan obat gratis.

Sistem Kewaspadaan Dini

Penderita yang positip Tb setelah pemeriksaan dahak, akan dilakukan kunjungan ke rumah penderita untuk pemeriksaan kontak serumah.

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=545

Pneumonia

Suatu infeksi paru-paru yang mungkin bisa membahayakan jiwa pada anak-anak, usia lanjut dan bagi mereka yang mempunyai kelemahan sistem kekebalan.

GEJALA

  • Lesu, lemah.
  • Demam.
  • Batuk dengan/tanpa dahak.
  • Napas cepat, sesak napas.
  • Mengantuk.

PENYEBAB

  • Infeksi pada paru-paru, bisa disebabkan oleh semua jenis bakteri, virus, jamur

KOMPLIKASI

  • Kematian.

YANG DAPAT ANDA LAKUKAN

  • Periksa dokter bila menduga pneumonia.
  • Minum obat anti-demam.
  • Minum obat batuk ekspetoran.
  • Hirup uap air panas.

TINDAKAN DOKTER

  • Memastikan diagnosa.
  • Memeriksa dahak dan darah untuk menentukan bakteri.
  • Mengobati dengan antibiotika bila perlu.
  • Merujuk ke RS.
  • Merujuk ke ahli fisioterapi untuk membantu pernapasan.
Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=558

Meningitis

Merupakan radang selaput yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini harus ditangani sebagai kasus kedaruratan karena berisiko kematian tinggi.

GEJALA

  • Gejala awal :
    • Kepala terasa sangat sakit.
    • Panas tinggi.
    • Leher dan otot punggung kaku.
  • Gejala lanjut :
    • Fotofobia (tidak tahan cahaya terang).
    • Kejang.
    • Koma.
    • Dilirium.

PENYEBAB

  • Kuman seperti meningokukus dan pneumokukus, virus influensa dan basil tuberkulosa masuk ke salam cairan otak melalui aliran darah.

KOMPLIKASI

  • Neurologis permanen seperti gangguan pendengaran.

YANG DAPAT ANDA LAKUKAN

  • Segera berobat ke dokter atau UGD.

TINDAKAN DOKTER

  • Mengirim pasien ke RS.
  • Melakukan pemeriksaan fisik secara seksama.
  • Mengobati dengan antibiotika intravena.
  • Melakukan fungsi lumbal.

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=559

Diare

Apakah diare itu ?

Diare merupakan keadaan di mana seseorang menderita mencret-mencret. Penderita buang air berkali-kali, tinjanya encer dan kadang-kadang muntah. Diare disebut juga muntahber (muntah berak), muntah menceret atau muntah bocor. Kadang-kadang tinjanya juga mengandung darah atau lendir. Diare menyebabkan cairan tubuh terkuras keluar melalui tinja.

Apakah Diare Dapat menyebabkan kematian ? Bila penderita diare banyak sekali kehilangan cairan tubuh maka hal ini dapat menyebabkan kematian, terutama pada bayi dan anak-anak di bawah umur lima tahun.

Apa yang menyebabkan Diare ?

Penyebab diare yang terpenting adalah :

  • Karena peradangan usus, misalnya : kholera, disentri, bakteri-bakteri lain, virus dsb.
  • Karena kekurangan gizi misalnya : kelaparan, kekurangan zat putih telur.
  • Karena keracunan makanan.
  • Karena tak tahan terhadap makanan tertentu, misalnya : si anak tak tahan meminum susu yang mengandung lemak atau laktosa.

Bagaimana terjadinya diare ?

Diare dapat ditularkan melalui tinja yang mengandung kuman penyebab diare. Tinja tersebut dikeluarkan oleh orang sakit atau pembawa kuman yang berak di sembarang tempat. Tinja tadi mencemari lingkungan misalnya tanah, sungai, air sumur. Orang sehat yang menggunakan air sumur atau air sungai yang sudah tercemari, kemudian menderita diare.

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=564

Inkontinensia

Merupakan ketidakmampuan untuk mengontrol keluarnya air kencing dan tinja (faeces). Penyakit ini merupakan masalah yang biasa ditemukan pada anak-anak kecil dan orang lanjut usia.

PENYEBAB

Inkontinensia buang air besar:

  • Diare yang terus menerus yang bukan karena infeksi tetapi karena:
    • Minum obat pencahar.
    • Efek samping pengobatan antibiotika.
  • Cedera pada sumsum tulang.
  • Kecacatan fisik yang berat.
  • Masalah emosional pada anak-anak.
  • Senilitas (pikun).

Inkontinensia buang air kecil:

  • Kelemahan otot dasar panggul yang terjadi pada wanita sehabis melahirkan.
  • Infeksi saluran kemih yang berat.
  • Kanker kandung kemih.
  • Sumbatan dari pembesaran kelenjar prostat.
  • Tuberkulosa.
  • Masalah prilaku pada anak-anak.

TINDAKAN DOKTER

  • Biasanya bisa diobati dan keadaan permanen hanya terjadi pada sejumlah kecil kasus.
  • Tindakan bedah untuk memperbaiki kelemahan otot dasar panggul.
  • Diet tinggi serat-seratan.
  • Anak-anak kecil yang selalu ngompol mungkin perlu pertolongan psikolog.
  • Kasus yang berat mungkin diperlukan pemeriksaan sinar X dan tes-tes lain.
Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=568

Infeksi Saluran Kemih

Suatu peradangan kandung kemih yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih.

GEJALA

  • Rasa sering ingin buang air kecil
  • Rasa panas sewaktu buang air kecil
  • Rasa sakit yang menetap di berut bagian bawah
  • Air kencing yang berbau busuk, mengandung darah/nanah atau keruh.

PENYEBAB

  • Sebagian besar disebabkan oleh bakteria yang secara normal tidak berbahaya di dalam usus besar. Bisa menyebabkan masalah apabila bakteri tersebut masuk selama hubungan badan.

KOMPLIKASI

  • Mengarah ke infeksi ginjal yang serius.

YANG DAPAT ANDA LAKUKAN

  • Minum 0.5 liter air sekaligus dan 1/4 liter kemudian setiap 20 menit sampai mengeluarkan air kencing yang cukup banyak
  • Minum 1 sendok teh soda bikarbonat dalam air setiap jam pertama dan kemudian 3 kali sehari
  • Minum aspirin atau parasetamol bila kesakitan
  • Mandi hangat.

TINDAKAN DOKTER

* Memeriksa air kencing * Memberi resep antibiotika

  • Menyingkirkan kondisi lain yang berhubungan dengan infeksi saluran kemih.

PENCEGAHAN

  • Jangan menahan air kencing
  • Minum banyak air 3 liter setiap hari untuk mencairkan air kencing
  • Cuci alat kelamin dan daerah anus dengan sabun ringan
  • Hindari alkohol karena menyebabkan air kencing terlalu kental.
Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=573

Hepatitis B

Hepatitis adalah peradangan pada hati. Terdapat banyak jenis virus hepatitis, tetapi yang paling sering adalah tipe A dan B. Sebagian penderita Hepatitis B akan sembuh sempurna dan mempunyai kekebalan seumur hidup, tetapi sebagian lagi gagal memperoleh kekebalan. Orang tersebut terus menerus membawa virus hepatitis B dan bisa menjadi sumber penularan.

GEJALA

  • Lemah, lesu, sakit otot
  • Demam ringan
  • Mual, kurang nafsu makan
  • Mata dan kulit kuning
  • Air kencing berwarna gelap

PENYEBAB

  • Virus hepatitis B, yang biasanya ditularkan melalui kontak darah dengan orang yang terinfeksi atau carrier.

KOMPLIKASI

  • Cirrhosis hati (Pengerasan hati)
  • Kanker hati.

YANG DAPAT ANDA LAKUKAN

  • Periksa dokter untuk memastikan diagnosa
  • Istirahat dan makan makanan yang bergizi.

TINDAKAN DOKTER

  • Mengobati komplikasi bila ada.

PENCEGAHAN

  • Imunisasi terhadap hepatitis B pada bayi baru lahir
  • Hindari hubungan badan dengan orang yang terinfeksi
  • Hindari penyalahgunaan obat dan pemakaian bersama jarum suntik
  • Hindari pemakaian bersama sikat gigi ataupun alat cukur
  • Pastikan alat sucihama bila ingin bertatto, lubangi terlinga atau tusuk jarum.

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=579

Hepatitis Autoimun

( Hepatitis Karena Gangguan Kekebalan ) Hepatitis autoimun merupakan keadaan yang kronis. Menyebabkan kerusakan jaringan hati yang parah ( karena adanya antibodi yang menyerang dan menghancurkan sel-sel hati ) disertai peradangan yang cenderung berkembang menjadi sirosis dan akhirnya menyebabkan kegagalan fungsi hati. Jika kasusnya berat dan tidak diobati maka, kematian terjadi dalam waktu 6 bulan pada 40 % kasus ini. Mereka yang memiliki cacat bawaan pada sistem kekebalan tubuhnya dapat mengalami hepatitis autoimun yang dipicu oleh bahan-bahan kimia atau virus. Bahan-bahan kimia dan virus merupakan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pada keadaan ini, sistem kekebalan penderita bereaksi tidak normal terhadap zat-zat kimia dan virus, akibatnya reaksi kekebalan yang timbul rusak sehingga terjadi penyerangan terhadap sel-sel hati sendiri.

Bagaimana Gejala-Gejala Yang Ditimbulkannya ?

Gejala yang ditimbulkannya mirip dengan gejala hepatitis virus kronis. Gejala yang timbul perlahan-lahan atau mendadak tiba-tiba yang awalnya mirip hepatitis akut. Hepatitis autoimun ini terbagi atas beberapa kelompok yang berbeda :

  • Hepatitis autoimun tipe I, mirip penyakit lupus. Pada pemeriksaan darah ditemukan ANA dan peningkatan kadar globulin. Sering dijumpai pada wanita muda hingga usia pertengahan dengan keluhan lesu, hilangnya nafsu makan, jerawat, nyeri sendi dan kuning.
  • Hepatitis autoimun tipe II, biasanya pada anak-anak dan sering dijumpai pada penduduk di daerah Mediterania. Pada kelainan tipe ini, dijumpai anti-LKM antibodi pada tubuh penderita. Hepatitis autoimun tipe II terbagi lagi atas 2 golongan, yang pertama berdasarkan reaksi autoimun ( IIa ) dan yang lainnya ( IIb ) adalah reaksi autoimun yang berkaitan dengan hepatitis C.

    • ( Tipe IIa ) banyak ditemukan pada wanita muda. Pada kelainan ini ditemukan peningkatan kadar globulin di dalam darah penderita dan memberikan respon yang baik terhadap steroid.
    • (Tipe IIb), tipe ini berkaitan dengan infeksi hepatitis C ; cenderung terjadi pada pria-pria berusia lanjut dan sering ditemukan di negara-negara di daerah Mediterania. Pada tipe ini, kadar globulin darah normal dan memberikan respons yang baik terhadap interferon.

Hepatitis autoimun memiliki kecenderungan menimbulkan ciri-ciri yang berbeda pada tiap orang yang menderitanya. Pada mereka yang mengalami gejala ringan, kecil kemungkinannya berkembang menjadi sirosis hati. Pada penderita hepatitis autoimun yang berat, sekitar 40 % penderita mengalami kematian dalam waktu 6 bulan jika tidak diobati. Untungnya, keadaan yang parah hanya terjadi 20 % dari kasus yang terjadi. Penderita yang mengalami hepatitis autoimun yang ringan biasanya akan sembuh spontan. Sedangkan mereka yang mengalami perkembangan menjadi sirosis hati akan menimbulkan komplikasi yang lain yaitu kanker hati.

Bagaimana Mengobatai Hepatitis Autoimun ?

Steroid merupakan obat pilihan utama. Banyak penelitian klinis yang menunjukkan terapi steroid memberikan perbaikan yang besar pada gejala-gejala klinis dan terhadap hasil pemeriksaan darah serta meningkatkan angka keselamatan hidup. Sekitar 8 % pasien yang mendapatkan terapi steroid memberikan respon yang baik, tetapi terapi ini tidak memiliki pengaruh terhadap pencegahan terjadinya sirosis. Tampaknya prednison dipakai luas di kalangan para dokter. Pengobatan lain adalah kombinasi antara prednison dan azatioprin yang memberikan keuntungan besar jika dosis steroid dikurangi; pengurangan dosis steroid akan mengurangi komplikasi yang ditimbulkan karena penggunaan steroid jangka panjang. Bagaimanapun azatioprin sendiri menimbulkan efek samping berupa penekanan pada sistem kekebalan……… Pemberian azatioprin tunggal tanpa kombinasi tidak efektif untuk mencapai kesembuhan. Saat ini pengobatan tersebut efektif dan dianjurkan bagi kasus-kasus hepatitis autoimun yang berat, tidak dianjurkan untuk diberikan pada kasus-kasus yang ringan atau kasus-kasus tanpa gejala.

Terapi akan dilanjutkan kembali paling sedikit 12 hingga 18 bulan setelah beberapa hari hingga beberapa minggu pengobatan. Akan didapatkan perbaikan yang nyata dari gejala-gejala seperti kelesuan, hilangnya nafsu makan dan kuning yang diikuti dengan perubahan hasil pemeriksaan darah ( penurunan kadar serum bilirubin dan globulin serta terjadi peningkatan kadar serum albumin ). Hampir separuh atau 50 % penderita kemungkinan mengalami kekambuhan kembali setelah pemberian steroid dihentikan. Kekambuhan dapat dikurangi atau dikontrol dengan melanjutkan terapi azatioprin. Jika dengan terapi di atas gagal dan terjadi sirosis atau gagal hati, maka pilihan satu-satunya adalah melakukan transplantasi hati.

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=580

Radang Tonsil

Tonsilitas adalah radang dari tonsil, yaitu kelenjar limfe yang berada di dinding belakang tenggorokan. Kelenjar limfe terdapat di seluruh tubuh dan menjadi bagian dari mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi. Bila terjadi serangan oleh kuman (bakteria/virus), kelenjar limfe merupakan benteng pertahanan yang pertama. Kelenjar limfe akan menangkap kuman (sehingga menyebabkan kelenjar bengkak dan merah) untuk mencegah kuman menginfeksi ke seluruh tubuh. Tonsilitas lebih sering terjadi pada anak-anak, yang mungkin terserang sampai beberapa kali.

Gejala-gejala

  • Sakit tenggorokan, nyeri telan, hilang nafsu makan.
  • Demam, menggigil.
  • Bengkak dan mata merah pada kedua sisi di belakang tenggorokan dengan/tanpa adanya bercak putih.
  • Bengkak pada kedua sisi leher.

Komplikasi

  • Abses tenggorokan.
  • Penyebaran infeksi sampai ke bagian lain tubuh, terutama di jantung dan ginjal.

Penyebab

  • Infeksi tonsil oleh bakteria ataupun virus.

Yang dapat anda lakukan

  • Redakan tenggorokan dengan minuman dingin/es krem/yoghurt, berkumur air garam hangat, mencuci mulut, atau tablet hisap.
  • Minum obat anti demam/anti sakit jenis sederhana.
  • Periksa dokter bila gejala menetap dan tidak ada perbaikan setelah 1-2 hari.

Tindakan dokter anda

  • Memastikan penyebab infeksi.
  • Mengobati infeksi bakteri dengan natibiotika (antibiotika tidak berguna pada infeksi pada virus).
  • Mengobati komplikasi, bila ada.
  • Tindakan bedah untuk membuang tonsil bila diperlukan.

Pencegahan

  • Hisap lozenges (tablet hisap) antiseptik bila ada tanda awal dari sakit tenggorokan.
Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=616

Hipofosfatemia

DEFINISI

Hipofosfatemia (kadar fosfat yang rendah dalam darah) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi fosfat dalam darah kurang dari 2,5 mgr/dl darah.

PENYEBAB

Hipofosfatemia menahun terjadi pada:

  • hipoparatiroidisme
  • hipotiroidisme (suatu kelenjar tiroid yang kurang aktif)
  • fungsi ginjal yang buruk
  • penggunaan diuretik dalam waktu lama

Dosis racun dari teofilin bisa mengurangi jumlah fosfat dalam tubuh.

Mengkonsumsi sejumlah besar antasid alumunium hidroksida dalam waktu yang lama, juga bisa mengurangi fosfat dalam tubuh, terutama pada penderita yang menjalani dialisa ginjal.

Cadangan fosfat juga akan berkurang pada:

  • malnutrisi berat
  • ketoasidosis diabetikum
  • keracunan alkohol yang berat
  • luka bakar hebat

GEJALA

Gejala akan muncul hanya jika konsentrasi fosfat darah sangat rendah.

Pada awalnya penderita akan mengalami kelemahan otot.

Selanjutnya tulang menjadi rapuh, mengakibatkan nyeri tulang dan fraktur (patah tulang).

Pada konsentrasi yang amat sangat rendah (kurang dari 1.5 mgr/dl darah) dapat berakibat serius, menyebabkan kelemahan otot yang semakin memburuk, stupor (penurunan kesadaran), koma dan kematian.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan darah dan gejala-gejalanya.

PENGOBATAN

Pengobatan ditentukan berdasarkan beratnya gejala dan penyebabnya.

Seorang penderita tanpa gejala dapat mengkonsumsi fosfat dalam bentuk larutan yang dapat diminum, namun cara ini bisa menyebabkan diare.

1 liter susu skim atau susu rendah lemak mengandung sejumlah besar fosfat dan umumnya lebih mudah untuk dikonsumsi.

Fosfat intravena dapat diberikan bila hipofosfatemia sangat berat atau bila fosfat tidak dapat dikonsumsi per-oral (ditelan).

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=619

Lupus Eritematosus Sistemik

Hampir semua gejala dimiliki oleh penyakit ini. Gejala yang ada juga dapat menyerupai gejala penyakit lain sehingga seringkali didiagnosa sebagai penyakit lain. Sebab itu, penyakit ini sering disebut sebagai penyakit penyelinap dan penyakit peniru.

Julukan lain penyakit ini adalah penyakit dengan seratus wajah. Selain itu, penyakit ini juga kerap disebut sebagai penyakit silent killer sebab jika tidak diketahui keberadaannya, sangat mematikan. Nama penyakit dengan berbagai nama ini adalah lupus.

Nama ilmiahnya lupus eritematosus sistemik (LES), namun lebih sering disebut lupus. Sedangkan penderitanya disebut sebagai "odapus", orang dengan lupus.

Berbagai keluhan seperti demam bukan karena infeksi, penurunan berat badan, cepat lelah, nafsu makan menurun, rambut rontok, pegal linu, radang sendi, gangguan darah, gangguan syaraf, tukak mulut, dan peka terhadap sinar matahari sampai timbul bercak kupu-kupu di muka sering dirasakan penderita lupus.

Namun, keluhan yang dirasakan antara penderita yang satu dengan penderita yang lain berbeda. Sebagai patokan apabila seseorang mengalami empat gejala, maka
sudah dapat dikatakan positif mengidap lupus.

Lupus dikelompokkan dalam penyakit auto-imun. Pada penderita lupus tubuh
membuat antibodi dalam jumlah banyak yang sifatnya bukan melindungi tubuh namun justru menyerang tubuh sendiri. Sifat merusak diri sendiri inilah yang membuat lupus disebut penyakit auto-imun.

Secara garis besar ada tiga jenis lupus, yaitu LES (lupus eritematosus
sistemik), lupus diskoid, dan lupus obat. LES menyerang dan menimbulkan komplikasi pada organ-organ dalam tubuh seperti ginjal, paru-paru, otak, jantung,
sendi, dan lain-lain. Lupus diskoid adalah lupus kulit dengan manifestasi
beberapa jenis kelainan kulit. Sedang lupus obat adalah lupus yang timbul akibat efek samping obat. Lupus jenis ini biasanya akan sembuh sendiri dengan memberhentikan obat yang menimbulkan efek samping itu.

Setiap orang dapat terserang lupus. Namun umumnya adalah para perempuan yang
berada dalam usia produktif. Sedang mengenai penyebab, sejauh ini belum dapat diketahui. Sejumlah faktor risiko yang berpotensi menimbulkan lupus yaitu faktor genetik dan lingkungan. Selain itu, faktor hormonal dapat menyebabkan lupus meskipun yang paling dominan adalah karena faktor genetik.

Jika seorang ibu menderita lupus maka anaknya atau anggota keluarga lainnya punya kecenderungan terjangkit penyakit ini. Jadi tidak ada virus menular seperti halnya AIDS, yang kalau si anak lahir maka secara otomatis akan terkena juga penyakit tersebut.

Faktor lingkungan bisa berupa paparan sinar ultraviolet, infeksi, stres, dan obat-obatan. Faktor lingkungan bukanlah faktor dominan karena masih dapat disiasati. Seperti misalnya, menyiasati paparan sinar ultraviolet dengan menggunakan tabir surya atau sun block.

Deteksi terhadap lupus sebenarnya mudah jika para dokter sudah memiliki kemampuan dasar untuk mendiagnosis penyakit ini. Sayangnya, hingga sekarang masih sedikit dokter yang memiliki kemampuan dalam mendiagnosis penyakit lupus.

Akibatnya, semakin banyak anggota masyarakat yang terkena penyakit ini namun tidak mendapatkan penanganan yang semestinya. Kini, penderita yang terdaffar di Jakarta sudah mencapai sekitar 400 orang. Jumlah ini belum termasuk yang di luar Jakarta.

Pengobatan utama terhadap lupus adalah dengan memberikan kortikosteroid. Untuk penderita yang memerlukan pengobatan dalam dosis tinggi, perlu dipikirkan untuk memberi tambahan obat lain seperti imuran, endoxan, dan methotrexate. Ini dimaksudkan agar efek kortikosteroid tidak terlalu berat.

Dengan pengobatan yang tepat dan terawasi, lupus kini tak lagi menjadi penyakit yang merenggut banyak nyawa penderitanya. Angka kematian sudah dapat ditekan hingga di bawah 10 persen. Bahkan sebagian penderita, dapat sembuh total. Sementara itu sebagian lagi tak sembuh secara total, namun kondisi penyakit terkontrol, seperti halnya pada penderita kencing manis atau tekanan darah tinggi.

Para odapus pun tak perlu khawatir sebab lupus tak membuatnya menghambat penderita melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan tak sedikit dari mereka yang tetap eksis dengan karirnya walau mengidap penyakit Lupus. Odapus pun, yang sebagian besar kaum hawa ini tak perlu khawatir. Mereka tetap bisa hamil
dan punya anak.
(Sumber:detikhealth.com)

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=682

Obat Ansietas Penderita Jantung

Obat ansietas penderita jantung adalah golongan benzodiazepin. Obat ini lebih aman meskipun dapat menimbulkan gangguan jantung struktural. Obat antideresan kadang juga digunakan untuk pengobatan ansietas pada gangguan jantung fungsional. Imipramin dilaporkan memberikan hasil yang cukup baik.

Namun, dalam makalahnya di sebuah simposium penyakit jantung, dr Hamzah Shatri mengingatkan bila menggunakan obat antidepresan sebaiknya dilakukan secara ektra hati-hati. Terutama pada orang tua dengan kecurigaan PJK atau ada kelainan EKG. Obat antidepresan dapat menimbulkan efek toksik pada jantung. Selain itu, obat anti depresan tidak boleh diberikan pada IM periode akut.

Pada umumnya terapi ansietas pada penderita jantung dengan obat golongan benzodiazepin memberikan hasil yang baik bila diberikan dengan cara yang tepat. Pemilihan obat antiansietas perlu memperhatikan variasi gejala psikis dan somatik, jenis ansietasnya bila mungkin, umur, dan aktivitas pasien.

Pemberian obat dimulai dengan dosis kecil. Kemudian dinaikkan bertahap sampai mencapai efek terapi yang diharapkan. Dilanjutkan dengan terapi rumatan dalam periode waktu tertentu untuk kemudian diturunkan secara bertahap sampai berhenti menggunakan obat. Masing-masing tahap membutuhkan waktu antara 2-4 minggu. Cara pemberian demikian diharapkan dapat mengurangi efek samping adiksi dari golongan obat tersebut.

Beberapa studi klinis melaporkan bahwa alprazolam memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan abat lain seperti imipramin. Selain dapat mengurangi kecemasan juga dapat mengurangi gejala-gejala kardiovaskular secara umum.
(msh)

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=688

Serat Mengurangi Risiko Kanker Usus Besar

Serat bukanlah zat gizi. Namun keberadaan serat sangat besar sekali manfaatnya bagi tubuh Anda khususnya dalam melancarkan fungsi pencernaan.

Jenis serat
Serat dibagi dalam dua kategori: serat yang tidak larut dalam air (insoluble fiber) dan serat yang larut dalam air (soluble fiber). Tapi ada juga makanan yang mengandung kedua kategori tersebut.

Serat larut dalam air bersifat mudah dicerna. Ia menyerupai jeli dalam usus. Jenis serat ini adalah pektin, misalnya buah-buahan apel, strawberry, jeruk, musilase seperti agar-agar dari rumput laut dan gum misalnya oat. Biji-bijian, kacang-kacangan, psylium dan rumput laut.

Sedangkan serat tidak larut dalam air tidak mudah dicerna tubuh namun ia dapat langsung mengalir dalam sistem pencernaan tanpa diubah terlebih dahulu. Yang tergolong serat tidak larut dalam air yaitu selulosa seperti wortel, umbi-umbian. Hemiselulosa terdapat pada kulit ari yang menutupi beras dan lignin yang terdapat pada batang, kulit dan daun sayur-sayuran.

Pada dasarnya, kedua jenis serat tetap berperan penting dalam melindungi tubuh dari beragam penyakit dan membantu melancarkan pengeluaran feses.

Kebutuhan serat
The American Dietetic Association merekomendasikan seorang dewasa untuk mengonsumsi serat sebanyak 20-35 gram/hari. Ini dapat Anda peroleh dari sekitar 500 gram sayuran dan 250 gram buah per hari.

Manfaat Serat
Manfaat serat untuk kesehatan tubuh berbeda setiap tipenya. Untuk tipe serat yang larut dalam air, dapat membantu menurunkan berat badan, mengurangi kolesterol, menstabilisasi gula darah dan memperlancar sekresi asam empedu.

Serat yang tidak larut dalam air beperan mempercepat proses pengeluaran feses, meningkatkan fungsi usus besar dan menghambat perkembangan bakteri toksik (beracun). Serat ini juga mengurangi risiko terjadinya sembelit dan kanker usus besar. Serat yang tidak larut dalam air lebih cepat bergerak dalam pencernaan makanan sepanjang usus Anda sehingga mengurangi usus terpapar zat yang dapat memicu terjadinya kanker selama proses pencernaan berlangsung. Mengonsumsi bermacam makanan yang mengandung kedua serat ini adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan kesehatan Anda.
Sumber: human health

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=692

Nyeri Dada dan Jantung

Beberapa gejala sakit jantung diketahui antara lain nyeri dada. Terutama nyeri di sekitar dada sebelah kiri. Nyeri menjalar hingga bahu dan leher. Selain itu tangan kesemutan dan sering mengalami mual.

Namun, nyeri di dada tidak selamanya menandai adanya pengidapan penyakit jantung. Nyeri dada juga dapat disebabkan oleh nyeri akibat kelainan paru atau pleura, nyeri jaringan otot dan rangka, nyeri saluran cerna bagian atas maupun nyeri psikogenik.

Secara umum nyeri dada adalah perasaan nyeri atau rasa tidak enak yang mengganggu di wilayah dada. Seringkali merupakan rasa sakit yang berasal dari organ dalam rongga dada yang disalurkan melalui saraf ke dinding dada.

Nyeri dada pada sakit jantung dapat berupa nyeri koroner dan nyeri non koroner. Nyeri koroner terjadi akibat suplai darah yang kurang untuk otot jantung. Sedangkan nyeri non koroner terjadi karena radang lapisan luar jantung, kelainan aorta, kelainan katup, dan lain-lain.

Untuk lebih meyakinkan apakah nyeri dada merupakan penyakit jantung atau yang lain perlu dilakukan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG), exercise test dengan alat treadmill, dan lain-lain.

Sumber:detikhealth.com

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=714

Infeksi Saluran Kemih

Saluran kemih meliputi ureter, kandung kemih, dan uretra. Infeksi saluran kemih biasanya disebabkan oleh bakteri. Umumnya bakteri E coli. Namun, dapat juga disebabkan oleh bakteri stafilokokus aureus, basilus proteus, dan pseudomonas. Infeksi dapat menjalar dari bagian saluran kemih terbawah ke bagian atas. Bahkan dapat menjalar ke ginjal.

Gejala infeksi saluran kemih bisa berupa suhu badan yang sedikit meningkat, rasa nyeri teutama saat akhir buang air kecil, perasaan ingin buang air kecil yang tidak dapat ditahan, nyeri tekan di atas tulang kemaluan. Kadang kala terdapat darah dalam urine.

Adanya infeksi dapat mengakibatkan terjadinya batu saluran kemih dan sebaliknya batu dalam saluran kemih dapat menjadi faktor yang mempermudah terjadinya infeksi.

Seorang yang didiagnosa menderita infeksi saluran kemih akan diterapi dengan antibiotika sesuai jenis kumannya. Pemberian obat lainnya tergantung pada gejala yang dirasakan pasien.

Minum air putih, sekurang-kurangnya 2 liter perhari untuk orang dewasa, dan minum lebih banyak bila mengeluarkan banyak keringat akan membantu mencegah terjadinya endapan dan infeksi pada saluran kemih.

Sumber:detikhealth.com

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=715

Degdegan

Tidak mengkhawatirkan sesuatu, tidak merasa takut, cemas, gelisah, tegang, namun jantung tetap degdegan atau berdebar-debar. Apakah degdegan ini merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap orang.

Degdegan dapat merupakan suatu proses fisiologis yang normal. Namun, bisa juga terjadi akibat suatu yang patologis bila ada gangguan pada kerja jantung secara langsung. Gangguan di organ tubuh lain pun dapat mengganggu kerja jantung.

Secara tidak sadar, aktivitas jantung dikontrol oleh sistem saraf otonom. Tanpa disadari otot-otot jantung terus bekerja sesuai dengan fungsinya. Ada kalanya aktivitas jantung dapat disadari dan dirasakan.

Secara normal, aktivitas jantung dapat disadari dan dirasakan ketika selesai berolahraga atau bekerja berat. Aktivitas jantung memang akan meningkat. Demikian juga pada sebagian wanita hamil dan wanita menjelang menopause. Pada orang yang mempunyai kesadaran tinggi tentang kondisi tubuhnya, misal dalam keadaan cemas, aktivitas jantung ini biasanya juga dapat dirasakan.

Kondisi lain yang dapat menyebabkan palpitasi --istilah yang digunakan dalam dunia kedokteran ketika seseorang merasakan aktivitas jantungnya berdebar, antara lain adanya gangguan pembuluh darah jantung, gangguan pada jantung, atau gangguan hormon terutama hormon tiroid.

Penyebab yang paling sering adalah adanya gangguan irama pada jantung (aritmia). Palpitasi yang disebabkan aritmia mungkin disertai dengan kelemahan, sesak napas, atau sakit kepala.

Bila jantung berdebar diikuti dengan adanya keluhan nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada mengindikasikan adanya penyakit jantung koroner. Dengan pemeriksaan yang teliti pada frekuensi dan irama jantung dapat membedakan apakah gangguan ini normal atau patologis.

Jika mengalami berbagai keluhan ini sebaiknya segera menemui dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menemukan keluhan dan tanda-tanda lain yang mengarahkan pada diagnosa yang tepat. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan EKG (rekam jantung) dan fungsi hormon tiroid.

Sumber:detikhealth.com

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=716

Beberapa Terapi Mengatasi Serangan Asma

Penyakit asma hingga saat ini belum dapat disembuhkan secara total. Terapi yang dapat dilakukan adalah mencegah terjadinya serangan. Kalaupun terjadi serangan diupayakan serangan tidak berat, berlangsung singkat, dan mengobati saat terjadi serangan.
Beberapa terapi dapat dilaksanakan untuk mencegah terjadinya serangan asma. Salah satu tindakan pencegahan asma dapat dilakukan dengan atau tanpa obat.
Pencegahan tanpa pemakaian obat ialah menghindari faktor-faktor yang dapat menimbulkan serangan asma, antara lain:

o Faktor iritan seperti debu, asap rokok, gas, dan zat-zat kimia.
o Perubahan suhu yang tiba-tiba.
o Kelelahan fisik berlebihan.
o Emosi yang berlebihan.
o Zat alergen seperti bulu binatang, tepung sari, makanan tertentu terutama pada penderita asma alergi.
o Infeksi saluran pernapasan bagian atas.

Tindakan tanpa obat ini tidak selamanya membawa hasil karena berbagai keadaan di atas kadang sulit dihindari. Selain itu, faktor pencetus serangan kadang terdiri dari berbagai faktor bukan hanya satu faktor saja.

Terapi pencegahan lain yang dapat ditempuh menanggulangi asma adalah dengan menyuntikkan ekstrak alergen secara berulang-ulang. Penyuntikan ekstrak alergen ini disebut sebagai desensitisasi. Namun, terapi ini ternyata hanya bermanfaat bagi penderita asma alergi.

Pemakaian obat-obatan yang mempunyai efek menurunkan hipereaktivitas saluran pernafasan (bronkus) dan mencegah penglepasan mediator (histamin) merupakan tindakan terapi pencegahan asma yang lain.

Obat yang digunakan adalah kortikosteroid topikal secara inhalasi, atau kromolin, atau ketotifen. Beberapa obat ini tergolong dalam obat antihistamin.
Berolahraga juga salah satu terapi pencegahan terjadinya serangan asma. Namun, olahraga bagi penderita asma perlu dipilih yang sesuai dengan tingkat dan beratnya penyakit.

Olah raga yang dianjurkan adalah senam dan berenang. Senam dan berenang akan meningkatkan kualitas otot-otot pernafasan sehingga meningkatkan efisiensi kerja otot pernafasan dan perbaikan difusi oksigen di paru.

Sumber:detikhealth

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=773

Terapi Alternatif untuk Jantung

Operasi by pass atau balonisasi cukup efektif bagi penderita jantung koroner. Sayang, tidak semuanya pasien bisa menjalaninya. Beberapa terapi alternatif seperti obat, meditasi, yoga, dan khelasi bisa jadi solusi.

Ada beragam penyakit jantung, yakni jantung bawaan, jantung katup rematik, jantung darah tinggi, jantung kardiomiopati, dan jantung koroner. Penyakit jantung korober (PJK) menduduki peringkat pertama.

Di antara penyakit lain, PJK merupakan pembunuh nomor satu baik bagi pria maupun wanita. Menurut data daru American Heart Association tahun 1996, 13,5 juta penduduk dunia menderita PJK dan 1,5 juta mengalami serangan jantung.

Oleh Dr. Dedi Affandi, Sp.JK(K), FIHA, ditegaskan bahwa sampai saat ini langkah yang paling maju untuk menangani PJK adlah operasi by pass atau pemasangan stent. "Belum ada yang lain," kata spesialis jantung dari RSCM-FKUI ini. Bahkan, sampai sekarang belum ada obat dokter yang bisa menghilangkan plak atau ateroma yang menyumbat koroner jantung.

Obat paling jelek
Meski demikian, banyak juga pasien dengan keadaan jantng jelek tetap saja tidak dioperasi. Tak sedikit pula pasien yang ditangani Dr. Dedi lebih memilih terapi dengan obat. Padahal, terapi ini seringkali terasa membosankan karena obat harus diminum rutin setiap hari.

"Sebenarnya terapi alternatif ini langkah yang paling jelek. Tetapi, langkah ini saya ambil karena memperhitungkan banyak hal, terutama segi usia pasien," ungkapnya.

Kebetulan pasien Dr. Dedi kebanyakan berusia lebih dari 50 tahun. Bagi mereka, kemungkinan selamat setelah operasi sebanding dengan terapi pengobatan. Karena itu, menurut Dr. Dedi, terapi obat lebih efektif sekaligus lebih aman daripada operasi. Apalagi tidak semua pasien memiliki cukup dana, mengingat operasi jantung memang sangat mahal.

Setidaknya ada tujuh jenis obat yang tersedia untuk penyakit jantung, tergantung dari kasus masing-masing. Obat antiangina (nitrat, beta blocker, calcium chanel blockers) berguna untuk mengurangi konsumsi oksigen otot jantung dan menambah aliran darah koroner dengan cara melebarkan pembuluh darah.

Ada obat yang berfungsi sebagai diuretik, untuk meningkatkan pengeluaran garam dan air lewat urin. Dengan demikian mengurangi jumlah cairan dalam sirkulasi sekaligus menurunkan tekanan darah.

Ada pula yang disebut obat-obat digitalis, yaitu yang berfungsi sebagai penambah kekuatan kontraksi otot jantung, sehingga memperbaiki kemampuan jantung. Meski ada obat khusus yang berfungsi memperlambat denyut jantung (antiaritmia), obat-obat digitalis kerap dipakai untuk antiaritmia.

Selanjutnya ada obat-obatan antihiprtensi yang bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah dan atau merilekskan otot halus arteri, Yang paling populer adalah obat-obatan antiplatelet yang berfungsi mengencerkan darah, contohnya aspirin. "Obat-obatan ini saja sudah cukup bagi para pasien jantung untuk bertahan hidup," ujarnya.

Mencapit Plak
Tersumbatnya pembuluh koroner, setidaknya disebabkan oleh tiga hal. Pertama, akibat gula darah terlalu tinggi seperti pada penderita kencing manis. Gula darah yang berlebih menyebabkan lemak yang masuk dalam darah tersangkut dan menimbulkan sumbata pada pembuluh darah koroner di otak, jantung,, maupun ginjal.

Kedua, akibat oksidan atau molekul labil yang diproduksi tubuh atau masuk dari luar tubuh. Keadaan ini menyebabkan rusaknya pembuluh darah, sehingga terjadi aterosklerosis,. Karena itu, antioksidan sangat diperlukan.

"Jumlah orang Perancis yang sakit jantung lebih sedikit dibanding orang Amerika, padahal asupan lemak mereka sama banyaknya. Itu karena setelah makan bistik orang Perancis minum anggur. Dalam anggur Perancis terkandung antioksidan flavonoid yang cukup tinggi," tutur Dr. Dedi. Sekarang orang menggunakan teh hijau yang juga memiliki sifat antioksidan.

Sebelum penggunaan bahan-bahan alternatif untuk menurunkan resiko PJK, tambah Dr. Dedi ada bahan antioksidan yang berfungsi mengkhelasi sumbatan. Khelasi atau chelation atau chelate berasal dari bahasa Yunani, chele yang artinya mencapit, mencekik, atau kepiting. Cairan untuk khelasi berupa asam amino dan disebut EDTA (Ethylene Diamin Tetracetic Acid. Cairan ini dimasukkan ke dalam pembuluh darah melalui infus. Seterusnya cairan ini akan mencapit atau mengikat plak di seluruh dinding pembuluh dan merontokkan secara perlahan. Hasil rontokan otomatis terbuang bersama urin lewat ginjal.

Cara ini tidak populer di kalangan dokter di Indonesia, meski ada dokter yang melakukannya. Meski lebih aman dan lebih murah di banding operasi, bagi Dr, Dedi, khelasi tidak terlalu andal.

Jangan stres
Terapi paling penting yang wajib dijalani penderita jantung, menurut Dr. Dedi, adalah selalu tawakal menerima keadaan. "Jangan stres. Makanya saya 'kan selalu bercanda dengan pasien," katanya, di hadapan pasien yang sedang duduk berderet.

Banyak orang sering sulit mensyukuri hidupnya, sulit menerima keadaan termasuk sakit yang dideritanya, meski itu akibat kesalahan sendiri. Muncullah stres.

Padahal, begitu otak menerima sinyal bahwa kita sedang stres, perintah untuk meningkatkan sistem simpatetik berjalan. Akibatnya, hormon stres dan adrenalin meningkat. Lever melepaskan gula dan lemak dalam darah untuk menambah bahan bakar, pernapasan lalu menjadi cepat sehingga jumlah oksigen bertambah. Dengan sendirinya jantung bekerja makin kencang. Tekanan darah pun meningkat. Kondisi ini berbahaya bagi penderita jantung.

Stres memang menjadi salah satu faktor risiko munculnya penyakit jantung. Itu sebabnya bila stres dikelola dengan baik akan memperbaiki kerja jantung, Ini adalah terapi yang sederhana, tetapi sangat berarti demi memperpanjang harapan hidup penderita jantung.

"Tentu saja, aturan-aturan lain seperti mengatur makan, cukup beraktivitas dan istirahat, hindari konsumsi makanan berlemak tinggi, tidak merokok, dan lain-lain harus mengiringi semua terapi tersebut. Anda harus hidup disiplin kalau tidak mau cepat mati," ujarnya.

Sumber: Senior

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=813

Kolesterol Tinggi, Silent Killer yang Datang Tanpa Permisi

Apa yang terbayang di kepala saat membicarakan kolesterol? Mungkin pemahaman yang ada dan berlaku di sebagian masyarakat dewasa ini kolesterol tinggi hanya milik mereka yang bertubuh gemuk, dan bukan yang kurus.

Padahal orang kurus belum tentu bebas kolesterol tinggi lho. Sudah saatnya meluruskan anggapan salah kaprah yang cenderung menyesatkan ini.

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular (CVD). Menurut perkiraan World Health Report 2001, 29% kematian di Asia Tenggara disebabkan oleh CVD. Tahun 1998, CVD merupakan penyebab 23,4% kematian di rumah sakit di Srilanka, hampir 33% di Thailand dan di Indonesia, 200 dari 100.000 penduduk meninggal karena CVD.

Kolesterol tinggi juga disebut sebagai pembunuh yang datang secara diam-diam karena penumpukan kolesterol terjadi secara tidak kasat mata. Hal ini mengakibatkan orang tidak mempunyai keluhan kesehatan akibat kolesterol tinggi.

Bahkan hingga kini, kebanyakan orang memiliki anggapan keliru tentang kolesterol. Mereka percaya mitos-mitos bahwa kolesterol hanya menyerang orang di atas usia 40 tahun, orang yang gemuk, berjenis kelamin pria dan umumnya orang kaya. Persepsi bahwa “kolesterol tinggi tidak akan menyerang orang seperti saya” membuat kebanyakan orang merasa bahwa masalah kolesterol bukan hal yang mendesak, dan belum relevan sehingga tidak memotivasi mereka untuk mengambil tindakan. Padahal sekali lagi ditegaskan, orang dengan kolesterol tinggi belum tentu memiliki tubuh gemuk.

"Kolesterol itu kandungan lemak dalam darah, dan tidak selalu diikuti dengan berat badan berlebih," ujar Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, Staf Pengajar, Departemen Ilmu Gizi, FKUI, dalam sebuah lokakarya mengenai sosialisasi kolesterol yang digagas PT Nestle Indonesia, Juli lalu.

Menurut Dr Saptawati, kolesterol tinggi sebagai silent killer memang terasa tak relevan bagi kaum muda, tapi pada kenyataannya, kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja, tanpa terkecuali.

"Meskipun Anda berusia di bawah 40 tahun, namun jika memiliki gaya hidup tidak sehat antara lain: merokok, terlalu banyak makanan tinggi lemak, tidak berolahraga, maka Anda termasuk dalam golongan berisiko tinggi,” lanjutnya.

Pergeseran gaya hidup, terutama di perkotaan, hampir tidak memberikan pilihan untuk memiliki gaya hidup berkualitas. Pola makan yang tidak sehat, kurang olahraga, merupakan faktor risiko tingginya kadar kolesterol dalam darah. Tanpa disadari, tingginya kadar kolesterol secara perlahan namun pasti menumpuk dalam pembuluh darah yang pada akhirnya menyebabkan timbulnya beberapa penyakit, misalnya penyakit jantung koroner, dan stroke. Oleh karena itu, edukasi tentang kolesterol kepada masyarakat penting untuk menunjukkan pada mereka kerugian yang ditimbulkan karena kolesterol sehingga mendorong mereka untuk memutuskan melakukan tindakan pencegahan.

Persatuan ahli jantung di Amerika Serikat mengeluarkan pedoman edukasi gizi untuk penatalaksanaan kolesterol tinggi (NCEP ATP3). Dalam pedoman ini dianjurkan perubahan pola hidup termasuk di antaranya mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh dan mengonsumsi makanan yang mengandung fitosterol (sejenis kolesterol pada tumbuhan) minimal 1000-3000 miligram sehari.

Penelitian awal di Indonesia telah dilakukan di Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) terhadap produk Nesvita ProHeart yang diluncurkan oleh Nestlé Indonesia ini. Penelitian ini dilakukan dalam waktu 6 minggu terhadap 40 penderita hiperkolestemia (kelebihan kolesterol dalam darah) yang terbagi menjadi 2 kelompok, A dan B.

Kelompok A mendapat konseling gizi (diet rendah kolesterol) dan mengonsumsi Nesvita ProHeart selama 6 minggu. Kelompok B hanya mendapat konseling gizi selama 6 minggu. Selama 6 minggu selain pemantauan kadar kolesterol darah pada awal minggu pertama dan akhir minggu keenam, kepatuhan untuk melakukan diet rendah kolesterol pada kedua kelompok dan kepatuhan mengonsumsi Nesvita ProHeart pada kelompok A dipantau setiap 2 minggu.

Setelah 6 minggu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok A yang melakukan diet rendah kolesterol dan mengonsumsi Nesvita ProHeart, secara rata-rata berhasil menurunkan kolesterol total sebesar 9% (dibanding 1% pada kelompok B), dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) sebesar 12% (dibanding 3% pada kelompok B).

Pencegahan merupakan cara yang paling murah dan efektif, hindari makanan berlemak tinggi, menjaga berat badan ideal, berolah raga secara teratur, tidak merokok dan cek kesehatan secara rutin. Sedangkan bagi yang memiliki kadar kolesterol tinggi, harus melakukan diet khusus dan mengkonsumsi obat penurun kolesterol, mengadopsi gaya hidup sehat, seperti mengkonsumsi makanan berserat tinggi, buah-buahan, ikan, dan kedelai.

“Bagi mereka yang ingin mengurangi resiko kolesterol tinggi, selain menjalankan pola hidup sehat Nestlé Indonesia menawarkan solusi yang efektif dan praktis melalui Nesvita ProHeart sebagai bagian dari diet gizi seimbang,” ujar dr. Leilani Lestarina, Head of Medical & Nutrition services department, Nestlé Indonesia,.

Mengapa Nesvita ProHeart? Karena susu bubuk ini mengandung kadar lemak rendah namun berkalsium tinggi yang mengandung formula khusus Acticol, dengan kandungan fitosterol sebanyak 600 miligram di tiap gelasnya. Kemampuan fitosterol dalam menghambat penyerapan kolesterol mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi 1000-3000 miligram fitosterol per hari membantu menurunkan kolesterol hingga 10%. Artinya, dengan pola hidup sehat, nutrisi seimbang dan sesuai kebutuhan minum susu yang mengandung fitosterol 2 gelas per hari, diharapkan kolesterol akan turun.

Selain memberikan solusi yang mudah dan praktis, susu tersebut juga mengandung asam lemak Omega 3 dan Omega 6 yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan jantung. Kandungan kalsiumnya yang tinggi juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Jadi mengonsumsi susu ini mendatangkan manfaat ganda, kualitas kesehatan jantung meningkat, juga kesehatan tulang.

Terkait kepedulian mengenai kolesterol, Nestle menggelar kampanye nasional “Nesvita ProHeart Cholesterol Control” dengan menggelar roadshow di beberapa kota besar berisi program-program edukasi tentang kolesterol. Salah satu program edukasi berupa kesempatan bagi masyarakat untuk dapat mengecek kadar kolesterol mereka dan konsultasi gratis dengan dokter atau ahli gizi di tempat-tempat yang telah ditentukan. Selain itu, mereka akan mendapat edukasi mengenai kolesterol untuk memperdalam pemahaman mereka dan mengambil tindakan untuk menurunkan risiko terkena kolesterol tinggi.

Kampanye nasional tersebut sebagai bagian dari kerjasama antara Nestlé Indonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya berkaitan dengan masalah kesehatan akibat kolesterol tinggi. Melalui kampanye jangka panjang dan berkesinambungan ini, Nestlé Indonesia berperan aktif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hal-hal yang berkaitan dengan kolesterol, dampaknya terhadap kesehatan dan sekaligus memotivasi masyarakat luas untuk memulai gaya hidup sehat dan menghindari faktor-faktor risikonya.

“Kampanye nasional ini adalah bentuk kontribusi aktif kami dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai kolesterol kepada masyarakat. Kolesterol tinggi dan masalah kesehatan yang diakibatkannya seperti serangan jantung, stroke dan hipertensi merupakan masalah serius dan mendesak untuk ditanggulangi,” ujar Prawitya Soemadijo, Category Marketing Manager Adult Nutrition, Nestlé Indonesia.

Saatnya Anda peduli dan mencegahnya dengan melakukan pemeriksaan dini. Pastikan kadar kolesterol total Anda tak melebihi 240 mg/dL (harus diwaspadai 200-239 mg/dL). Jika kadarnya di bawah 200 mg/dL Anda boleh lega karena dianggap normal.

Namun jika kadar kolesterol total di atas 240 mg/dL, itu sudah masuk kategori berbahaya, makanya harus dikurangi. Segera cek kolesterol Anda dan hubungi dokter jika kadarnya di atas ambang aman untuk mendapat penanganan yang tepat.
Sumber: hanyawanita.com

Article Source : http://www.solusisehat.net/artikel.php?id=937